TAPUT.WAHANANEWS.CO, Tarutung - Ephorus HKBP Dr Vikto Tinambunan, " Tidak mudah merangkai kata-kata yang sungguh mampu menampung getar syukur di dalam hati atas kebijakan yang begitu bijak, ketika Bapak Presiden mencabut izin perusahaan-perusahaan yang terbukti merusak lingkungan, termasuk PT Toba Pulp Lestari.
Pada momen ini, yang terutama hendak kami ungkapkan adalah rasa syukur yang mendalam kepada Allah—Pencipta, Pemelihara, dan Pemilik seluruh alam semesta—yang tidak pernah meninggalkan karya tangan-Nya", Rabu (21/01/2026)
Baca Juga:
Kolaborasi Pemerintah, Gereja dan Warga Dorong Pengembangan Pulau Sibandang
Dr Viktor Tinambunan. Dari hati yang tulus, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas keberanian dan kebijaksanaan mengambil keputusan demi kelestarian alam Indonesia dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini memberi harapan bahwa pembangunan dan keadilan ekologis dapat berjalan seiring, serta menegaskan bahwa bumi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan titipan bagi generasi mendatang.
Dalam suasana syukur ini, doa dan keprihatinan kami juga tertuju kepada saudara-saudari yang selama ini menggantungkan penghidupan pada PT TPL Kiranya Allah membuka jalan terbaik, menghadirkan solusi yang adil dan bermartabat, sehingga setiap keluarga dapat melanjutkan hidup dengan pengharapan yang baru dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang dengan setia dan tanpa lelah memperjuangkan keadilan ekologis sejak berdirinya PT TPL Perjuangan ini dipikul oleh banyak orang dengan harga yang tidak ringan: masyarakat korban; para pendeta dan warga yang pernah mengalami kriminalisasi hingga pemenjaraan.
Baca Juga:
Jembatan Bantuan TNI Rampung 6 Hari, Urat Nadi Ekonomi Warga Janji Nauli Kembali Hidup
Pimpinan gereja yang sejak tahun 2003 telah menyuarakan seruan penutupan TPL; serta mereka yang melanjutkan suara kenabian ini—para pendeta, pastor, suster, ulama, masyarakat adat, pendamping masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat seperti KSPPM, AMAN Tano Batak, Media (seperti Kompas, Tempo, Tribun, TV One, NTV, Metro TV, BeritaSatu, RRI, ANTARA, SIB, Podcast (Kasali, Helmi Yahya, Tarnama, Rocky Gerung, Narwastu, Torpedo, Sentana, Tribun, WAHANANEWS.CO) dan lainnya.
Apresiasi juga kami sampaikan kepada para dosen dan mahasiswa (antara lain dari Universitas HKBP Nommensen, UNIKA, IAKN, STT HKBP, STGH HKBP, STB HKBP, dan STD HKBP), PGI, JPIC Kapusin, Sekretariat Bersama Gerakan Oikumene untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara dengan BPH-nya.
Pastor Walden Sitanggang, Pdt. Amin AZ Sihite, Pdt Dr Robinsar Sitegar, dan Delima Silalahi dan seluruh jajaran. Demikian pula kepada GMKI, GAMKI, Pemuda HKBP, Horas Halak Hita (H3) di bawah kepemimpinan Bapak Dumoli Pardede, Horas Bangso Batak (HBB), serta para anggota DPR dan DPRD, di antaranya Bapak Mafirion, Bapak Bane Raja Manalu, Bapak Muslim Ayub, dan Bapak Martin Manurung.
Secara khusus, dengan hormat kami menyebut Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Bapak Maruarar Sirait, Dr Effendi Muara Sakti Simbolon, Dr Nurdin Tampubolon, dan para tokoh lainnya yang dengan sikap jelas dan tegas menyatakan bahwa PT TPL harus ditutup.
Sekitar satu jam sebelum konferensi pers pengumuman pencabutan izin perusahaan perusak lingkungan kemarin, secara berurutan dan tanpa direncanakan, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan dan Bapak Maruarar Sirait menghubungi saya lewat telpon, memberi isyarat implisit bahwa keputusan tersebut akan segera diumumkan.
Pada akhirnya, perkenankan saya mengajak kita semua untuk mengarahkan hati kepada Allah, yang di dalam penyelenggaraan-Nya memakai bapak dan Ibu yang saya sebutkan di atas (saya hanya ikut dalam barisan mereka)--dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebut satu per satu—sebagai perpanjangan tangan-Nya bagi kebaikan Indonesia, secara khusus bagi alam ciptaan dan warga Tapanuli Raya. Kiranya segala hormat dan kemuliaan kembali kepada Dia, sumber kehidupan dan pengharapan kita.
Tugas kita bersama sudah menanti: pemulihan. Perkenankan saya mengajak supaya kita semua kompak. Pinta Ephorus HKBP Dr Viktor Tinambunan.
[Redaktur: Tohap Simaremare]