TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong - Pupuk bersubsidi adalah bantuan pemerintah untuk meringankan biaya produksi petani, fokus pada komoditas pangan pokok (padi, jagung, kedelai) dan hortikultura/perkebunan tertentu (cabai, bawang, kopi, kakao, tebu).
Kebutuhan sarana produksi pertanian bagi petani di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara terus diperkuat. Tercatat sejak kemarin hingga hari ini, total sebanyak 630 ton pupuk bersubsidi jenis NPK dan Urea telah masuk ke Gudang Lini III. Selasa (07/04/2026)
Baca Juga:
630 Ton Stok NPK dan Urea Bersubsidi Ada di Gudang Lini 3 Tapanuli Utara.
Pasokan yang sudah masuk terdiri dari 300 ton NPK dan 330 ton Urea. Selain itu, pupuk NPK dan Urea dapat menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani yang sedang memasuki masa tanam di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.
Plt Kadis Pertanian Viktor Siagian mengatakan, pupuk bersubsidi total, nya yang sudah masuk 300 ton NPK dan 330 ton Urea, 40 ton Organik, bahwa pupuk tersebut sudah tersimpan di Gudang Lini III.
“Stok pupuk kita aman. Distribusi terkendali, dan pertanaman petani tidak akan terganggu. Kami pastikan pupuk tetap sampai ke tangan petani tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” tambah Viktor Siagian.
Refleksi Jumat Agung Bupati Taput Dr JTP Hutabarat Hadiri Visualisasi Jalan Salib di Siatas Barita
Baca Juga:
Percepatan Penanganan Banjir dan Konektivitas Antar Kabupaten, Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Selain itu, terkait penertiban kios nakal, Viktor menegaskan bahwa kami akan terus memperkuat pengawasan berbasis digital, dan aparat penegak hukum. Langkah ini penting untuk mencegah permainan harga yang merugikan petani.ujarnya.
[Redaktur: Tohap Simaremare]