TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong - Kondisi SMKN1 Siborongborong yang menyerupai "gudang sampah" merupalan masalah serius yang merusak estetika, kesehatan, dan kenyamanan proses belajar mengajar. Penumpukan sampah khususnya sampah plastik dari kemasan makanan, sering kali disebabkan oleh kurangnya disiplin siswa dan terbatasnya fasilitas penampungan sementara.
Penyebab lingkungan sekolah menjadi "gudang sampah", kurangnya penyediaan tong sampah dari pihak sekolah. Penampakan sampah yang berserakan di Lingkungan SMK Negeri 1 Siborongborong membuat siswa/i dan tenaga pendidik merasa resah.
Baca Juga:
Bupati Taput Buka Musrenbang Kecamatan Siborongborong Diwarnai Keterbatasan Anggaran, Pembangunan Harus Terencana dan Berkelanjutan
Pasalnya, sampah tersebut ditumpuk di depan kamar mandi umum yang dibangun sudah penuh dan menimbulkan bau yang tak sedap sehingga mengakibatkan ketidaknyaman bagi siswa/i, pegawai dan guru sekitar lingkungan sekolah tersebut. Senin (02/03/2026)
Siswa yang menggunakan ruang kelas yang paling berdekatan pada penumpukan sampah tersebut mengatakan, sangat terganggu dengan sampah yang bertumpuk di lokasi depan MCK dimaksut.
Tidak hanya bau yang tak sedap, kondisi di dalam ruangan tempat belajar sangat terganggu karena merasa bau tidak sedab.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Terima Penghargaan Reformasi Hukum dan Layanan Hukum Daerah
"Sudah berbulanbulan sampah tersebut ditumpuk, namun belum ada dari pihak sekolah untuk membersihkan. Jujur pak, saya merasa risih sewaktu belajar di kelas merasa tidak nyaman mencium bau tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah yang berserakan. Ujar siswa saat ditemui ditempat dengan nada kesal saat dikonfirmasi pada Senin (02/03/2026).
Seharusnya, pihak sekolah menyediakan tong sampah, ketika tong sampah sudah penuh pihak Lingkungan Hidup (LH) harus mengangkut untuk di buang ke tempat pembuangan akhir dan diganti dengan tong sampah yang baru.
“Tapi, tong sampah terpantau tidak tersedia di lingkungan sekolah sehingga sampah sampah yang lain berserakan, namun dari pihak sekolah juga belum melakukan pembersihan dan ini terus saja terulang kembali,” tutupnya.