TAPUT.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Minggu Jubilate, “bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi”—sebagai bagian dari rangkaian Paskah, kembali mengingatkan kita, umat Kristen, akan kasih dan pengampunan yang telah dinyatakan oleh Yesus. Tuhan tidak memerlukan pembelaan kita; Dialah Pembela sejati bagi umat-Nya. Justru kitalah, yang telah menerima kasih dan pengampunan itu, dipanggil untuk menghadirkan kasih yang sama—mengasihi tanpa syarat dan mengampuni dengan tulus.
Dalam semangat itulah, tadi malam kami bersama Pdt. Oloan Nainggolan (Praeses DKI), Pdt. Henri Napitupulu (Praeses Bekasi), Pdt. Ridoi Batubara (Praeses Deboskab), Pdt. Sumihar Sinaga (Praeses Banten), serta Pdt. Dr. Richard Daulay (mantan Sekretaris Umum PGI), berkesempatan bertemu dengan Bapak Jusuf Kalla dalam suasana yang hangat, penuh kegembiraan, dan diliputi semangat persaudaraan.
Baca Juga:
Bupati Tapanuli Utara Pimpin Verifikasi dan Pengundian 70 Unit Hunian Tetap 'Kampung Parsaoran Nauli' Adiankoting
Beberapa pokok penting yang mengemuka dalam perjumpaan tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan berharga untuk bertemu dengan Bapak Jusuf Kalla, seorang tokoh bangsa yang telah dua kali mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dan sebagai Ketua Umum PP Dewan Mesjid Indonesia. Rekam jejak Pak JK dalam merajut perdamaian di berbagai wilayah konflik telah teruji dan diakui luas.
Kedua, saya telah menyimak secara utuh (video berdurasi 43 menit) ceramah beliau di UGM yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Dalam pemahaman saya, tidak terdapat unsur penistaan terhadap agama Kristen dalam penyampaian tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, bijaksana, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai tafsir yang dapat merusak kebersamaan.
Ketiga, kami juga menyampaikan penghargaan yang tulus atas sikap toleran yang ditunjukkan oleh mayoritas umat Muslim di Indonesia, yang selama ini menjaga harmoni kehidupan beragama di negeri ini. Namun demikian, kami tidak menutup mata bahwa di beberapa tempat masih terdapat kendala dalam pelaksanaan ibadah serta dalam proses pendirian rumah ibadah.
Baca Juga:
Bupati Taput Sidak Tinjau Gudang Pupuk Bersubsidi di Siborongborong
Ke depan, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus merawat dan menumbuhkan kerukunan antarumat beragama. Kerukunan ini bukan sekadar cita-cita, melainkan fondasi kokoh bagi kemajuan, keadilan, dan persatuan bangsa Indonesia.
Dalam semangat saling menghormati dan membangun, kami memohon kiranya Bapak Jusuf Kalla, sebagai tokoh nasional dan Ketua Umum PP Dewan Mesjid Indonesia , berkenan memberikan perhatian dan dukungan agar proses pendirian beberapa rumah ibadah dapat berjalan dengan baik dan adil. Kiranya upaya bersama ini semakin mempererat persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa, dalam keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia.
[Redaktur: Tohap Simaremare]