TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong - Bupati Tapanuli Utara, Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, meninjau langsung gudang pupuk di Kecamatan Siborongborong guna memastikan ketersediaan stok serta percepatan distribusi pupuk kepada para petani. Jumat, (24 April 2026).
Berdasarkan hasil peninjauan, stok pupuk yang tersedia saat ini mencapai 140 ton urea dan 156 ton NPK. Untuk mempercepat penyaluran, pada hari ini telah didistribusikan pupuk NPK (Phonska) ke sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Sipoholon sebanyak 20 ton, Kecamatan Muara 20 ton, Kecamatan Siborongborong 45 ton, dan Kecamatan Pagaran 35 ton, serta sebagian lainnya disalurkan ke Kecamatan Pahae Julu, Kecamatan Purbatua, dan Kecamatan Pangaribuan.
Distribusi pupuk tersebut melibatkan sejumlah distributor, antara lain UD Nasional Tani, PT Gresik Cipta Sejahtera, PT Perseroda Pertanian, dan PT Putrie Prima Citra, yang bertanggung jawab menyalurkan pupuk hingga ke kios-kios pengecer di tingkat kecamatan.
Bupati Tapanuli Utara melakukan sidak lapangan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, sesuai harga eceran tertinggi (HET), dan ketersediaan stok di tingkat pengecer. Sidak bertujuan mencegah penyimpangan distribusi dan kelangkaan, dengan instruksi mempercepat penyaluran dari gudang ke kios.
Baca Juga:
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Optimalisasi Panataan dan Penanganan Kota Tarutung
Poin-Poin Penting Sidak: tujuan, memastikan petani yang berhak (terdaftar dalam eRDKK) mendapatkan pupuk dengan harga resmi. Temuan umum, stok terbatas di pengecer, perlunya percepatan distribusi dari gudang lini III ke kios. Tindakan, menginstruksikan distributor mempercepat pengiriman dan memperkuat koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia. Pengawasan, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) terlibat untuk memantau distribusi agar tidak disalahgunakan.
Sanksi, ancaman sanksi pidana dan pencabutan izin bagi yang melanggar aturan distribusi pupuk bersubsidi. Sidak ini dilakukan karena musim pemupukan yang kedua pada tanaman padi untuk menjamin produktivitas pertanian maksimal. Ujar Bupati dan mengahiri.
[Editor: Eben Ezer S]