TAPUT.WAHANANEWS.CO, Tarutung - Bapak, Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan, yang hadir di Pearaja ini maupun yang mengikuti secara daring di seluruh dunia: Selamat Tahun baru.
Pada kesempatan yang penuh rahmat ini, perkenankan saya menyampaikan empat hal yang lahir dari pengalaman kita atas kebaikan Tuhan, keprihatinan dan pengharapan kita bersama di hadapan Tuhan.
Baca Juga:
Maksimalkan Pengamanan, Kapolres Pagar Alam Turun Langsung Ke Kawasan Wisata Gunung Dempo
Pertama, ucapan terima kasih atas kehadiran kita semua, bersatu hati berdoa kepada Tuhan di Pearaja Tarutung ini. Hadir di tengah-tengah kita yang kita kasihi di dalam Tuhan, di antaranya:
Kedua, kita menyapa dengan hati yang remuk namun penuh kasih Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara kita yang sedang berduka dan menderita akibat bencana ekologis yang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan laporan dari distrik-distrik HKBP yang terdampak, tercatat (update tadi malam):
- 73 warga HKBP meninggal dunia.
- 8.826 rumah rusak ringan,
- 2.905 rumah rusak berat, hancur, atau hanyut.
- Persawahan yang tertimbun lumpur dan air bahkan sulit untuk dihitung jumlahnya.
Dari Pearaja, Kantor Pusat HKBP, kami menaikkan doa yang tulus: kiranya Tuhan yang empunya kehidupan menguatkan Bapak dan Ibu, memeluk yang berduka, menyembuhkan yang terluka, dan menuntun saudara-saudara keluar dari lembah penderitaan menuju terang pengharapan.
Baca Juga:
Ucapan Selamat Tahun Baru 2026, Ini 100 Kata untukmu
Secara khusus, besok Tim Peduli Kasih HKBP akan mengadakan rapat untuk tindak lanjut penyaluran bantuan yang, utamanya pasca krisis menuju pemulihan.
Ketiga, kita bersyukur karena Tuhan telah memberi kesempatan kepada HKBP menjalani tahun 2025 dengan orientasi pelayanan: transformasi pelayan dan lembaga HKBP. Terpujilah nama Tuhan yang memperlengkapi para pelayan dan mempersembahkan yang terbaik dalam pelayanan.
Terima kasih kepada seluruh peayan fulltimer yang dengan setia menunaikan tugas panggilan kita.