Kami menyadari bahwa kami para pelayan belum sepenuhnya menghidupi transformasi. Atas nama seluruh pelayan HKBP saya memohon maaf atas kekurangan kami pelayan penuh waktu kepada seluruh ruas HKBP.
Dalam kesadaran bahwa pelayanan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab, kita dengan terus-menerus mendoakan dan menopang para pelayan penuh waktu HKBP agar diperlengkapi oleh Tuhan dengan hikmat, kerendahan hati, dan ketekunan dalam mengemban tugas panggilan mereka di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca Juga:
Maksimalkan Pengamanan, Kapolres Pagar Alam Turun Langsung Ke Kawasan Wisata Gunung Dempo
Keempat, kita memohon tuntunan Tuhan agar kiranya Orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2026, yaitu “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga,” sungguh dapat berjalan dalam terang dan kuasa-Nya.
Di tengah pergumulan bangsa kita dan tantangan global, secara khusus terjadinya krisis akibat tindakan negara adikuasa seperti Rusia kepada Ukraina dan Amerika Serikat kepada Venezuela, marilah kita terus berdoa sungguh-sungguh dan memberi dampak positif di tengah dunia, paling tidak di dunia sekitar kita.
Orientasi Pelayanan HKBP 2026 menyegarkan kembali pemahaman kita tentang keluarga Kristen sebagai ecclesia domestica—jemaat kecil tempat iman dilahirkan, dirawat, dan diwariskan.
Rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan sekolah iman yang pertama dan utama.
Ada sebuah ungkapan bijak: Jika setiap keluarga menyapu halaman rumahnya sendiri, maka seluruh kota akan menjadi bersih. Keadaan keluarga-keluarga menentukan wajah jemaat dan masa depan masyarakat.
Baca Juga:
Ucapan Selamat Tahun Baru 2026, Ini 100 Kata untukmu
Kami juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, HKBP telah menyelenggarakan tiga rapat besar dan penting—Rapat Praeses, Rapat MPS, dan Rapat Pendeta Hatopan—yang dengan sungguh-sungguh memberi perhatian agar HKBP hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan-persoalan serius bangsa ini: korupsi, narkoba, judi, perdagangan manusia, dan krisis ekologis.
Dan kita menyadari dengan jujur, semua upaya ini harus berakar dan bertumbuh dari kehidupan keluarga. Secara khusus, sebagai orangtua, hendaknya warisan utama kita kepada anak-anak adalah: iman dan pendidikan. Kalaupun ada warisan harta benda, itu adalah baik, tetapi semestinya bukan itu yang menjadi keharusan atau keutamaan. Kita mesti percaya dalam iman kita bahwa setiap generasi punya berkat sesuai karunia masing-masing.
Akhirnya, Memasuki tahun 2026, marilah kita berpegang teguh pada janji Allah yang setia dari dahulu, yang tetap hidup dan bekerja hingga hari ini: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (Yeremia 31:3).