TAPUT.WAHANANEWS.CO, SIPAHUTAR - SPBU dengan nomor 15.224.048 yang terletak di Jalan Siborong-borong, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, disinyalir sengaja melayani pengusaha penimbun BBM bersubsidi dan mengabaikan peraturan pertamina tentang penyaluran minyak bersubsidi.
Informasi yang dihimpun dari beberapa warga setempat menyebutkan adanya dugaan kerjasama antara SPBU dan pengusaha penimbun BBM bersubsidi, dengan cara mengisi BBM dalam jerigen ke beberapa mobil truk dan mobil L300 hampir setiap hari, di Kecamatann Sipahutar Rabu (2/4/2025)
Baca Juga:
Arus Jalan Taput-Tapsel Sempat Terputus, Akibat Tanah Longsor Menutup Badan Jalan
Tindakan ini diduga mengabaikan peraturan Pertamina mengenai penyaluran BBM bersubsidi, yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, diduga sudah lama berjalan dan luput dari pantawan Aparat Penegak Hukum (APH).
Menanggapi hal tersebut praktisi hukum Arfan Saragi mengatakan ketika dihubungi lawat telepon genggamnya, praktik ini berpotensi melanggar Pasal 55 Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang mengatur tentang penyaluran BBM yang tidak sesuai peruntukannya.
Mobil L300 saat memasuki areal SPBU 15.224.048 di Sipahutar guna mengisi puluhan jerigen BBM Bersubsidi.
Baca Juga:
Rapat Paripurna DPRD Taput Dihadiri Wakil Bupati
Di dalam undang-undang ini disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dikenakan sanksi pidana. Pasal 56 undang-undang nomor 22 tahun 2001 yang mengatur tentang ancaman pihak yang terlibat dalam tindak pidana penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi, ujarnya.
Baru-baru ini awak media sedang melintas lewat SPBU 15.224.048 di Sipahutar dan menemukan beberapa mobil langsir yang mengantri untuk mengisi BBM dalam jerigen. Diduga, kendaraan-kendaraan tersebut milik pengusaha yang sengaja menimbun BBM bersubsidi. Yang mengherankan, pihak SPBU tampak santai dan tidak mengambil tindakan untuk menghentikan proses pengisian tersebut.
Seorang warga pemilik kendaraan roda empat berkata, "pantas BBM solar serta pertalite sering kosong di SPBU ini, diduga mereka kerjasama dengan pengusaha penimbun BBM bersubsidi," ucapnya enggan disebutkan namanya.