TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong - Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siborongborong yang digelar di Gedung Nasional Siborongborong, Kecamatan Siborongborong, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat, boru Purba, anggota DPRD Tapanuli Utara Dapil III Raguel Simanjuntak, Suanto Hutasoit, Parsaoran Siahaan, Jhon Davit Silalahi, Tohonan Lumbantoruan dan unsur Forkopimcam, para kepala desa, kepala sekolah, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Baca Juga:
Pimpin Senam Bersama ASN, Bupati Taput Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi Aset
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara harus dilaksanakan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan dengan berlandaskan regulasi yang jelas dan terukur. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program agar setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tidak ada pembangunan yang instan. Semua harus melalui perencanaan yang matang, selaras antara ide, regulasi, dan dukungan anggaran. Kita harus berpikir lima hingga dua puluh lima tahun ke depan, bukan hanya satu tahun,” tegas Bupati di hadapan peserta Musrenbang.
Musrembang Kecamatan Siborongborong digelar di Gedung Nasional Siborongborong (24/02)
Baca Juga:
Jelang Musim Kemarau, Optimalkan Potensi Curah Hujan, BMKG Akan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengubah pola pikir dari budaya menunggu menjadi budaya inovatif, kreatif, dan proaktif. Menurutnya, tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran daerah saat ini menuntut setiap perangkat daerah untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah menyusun Rencana Induk Pembangunan 25 Tahun sebagai arah kebijakan jangka panjang daerah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman berkesinambungan lintas kepemimpinan, sehingga pembangunan tetap berjalan sesuai visi besar dan kebutuhan masyarakat Tapanuli Utara.
Dalam pemaparannya, Bupati menekankan tiga fokus utama pembangunan daerah, yakni penguatan sentra pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan sektor pariwisata. Ketiga sektor tersebut, katanya, tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus terintegrasi melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Ujarnya.