Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama para undangan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah keluarga terdampak. Bahkan di hadapan para penerima, Bupati turut memeriksa langsung isi bantuan yang diberikan berupa uang tunai sesuai jumlah anggota keluarga masing-masing penerima.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit, dalam laporannya menyampaikan bahwa total bantuan jaminan hidup dari Kementerian Sosial yang disalurkan mencapai Rp2.160.000.000 bagi 434 Kepala Keluarga atau sekitar 1.600 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan.
Baca Juga:
Pemulihan Sektor Pertanian, Pemkab Tapteng Serahkan Batuan 94 Ton Benih Padi Kepada Petani
Ia menjelaskan bahwa setiap jiwa menerima bantuan sebesar Rp1.350.000, yang dihitung dari bantuan Rp15.000 per hari selama 90 hari.
“Untuk kegiatan hari ini, penerima bantuan yang hadir sebanyak 58 Kepala Keluarga. Sementara bagi masyarakat penerima Jadup yang belum sempat hadir dapat mengambil bantuan melalui kantor pos di masing-masing kecamatan,” jelas Bontor.
Salah seorang perwakilan penerima bantuan, Ranto Lumbantobing, warga Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat hingga pemerintah daerah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga:
Prabowo Optimistis Bantuan ke Gaza Meningkat, Tegaskan Komitmen Perdamaian Dua Negara
Ranto yang merupakan ayah dari empat orang anak itu mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh pihak yang telah berjuang membantu kami. Sejak bencana terjadi hingga sekarang masa pemulihan, kami benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui penyaluran bantuan jaminan hidup tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara dapat kembali bangkit serta menjalani kehidupan secara normal bersama keluarga.
Jonius T P Hutabarat