Berbagai manfaat itu tidak menutup adanya dampak negatif yang dirasakan masyarakat. Kekhawatiran utama di kawasan Luat Pahae berkaitan dengan potensi gangguan lingkungan. Aktivitas panas bumi dalam skala besar memunculkan kecemasan mengenai kemungkinan perubahan kualitas air, kestabilan tanah, serta keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional. Bagi masyarakat agraris yang sangat bergantung pada sumber air dan kesuburan lahan, perubahan lingkungan sekecil apa pun dapat berdampak langsung terhadap hasil pertanian, kesehatan warga, dan keberlangsungan ekonomi keluarga. Kekhawatiran tentang berkurangnya debit air, potensi pencemaran, atau perubahan kondisi tanah kerap menjadi pembahasan di tingkat masyarakat desa.
Selain persoalan lingkungan, pemerataan manfaat ekonomi juga menjadi sorotan. Sebagian masyarakat menilai bahwa peluang kerja dengan pendapatan tinggi masih lebih banyak diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah, sementara warga lokal memperoleh posisi yang lebih terbatas.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Terima Penghargaan Reformasi Hukum dan Layanan Hukum Daerah
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa ketidakadilan sosial apabila tidak diimbangi dengan kebijakan prioritas tenaga kerja lokal, pelatihan keterampilan, serta upaya peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu bersaing di sektor industri.
Perubahan struktur ekonomi desa juga membawa konsekuensi jangka panjang. Ketika sebagian masyarakat mulai beralih dari sektor pertanian menuju pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan atau sektor pendukungnya, stabilitas ekonomi lokal dapat menjadi rentan terhadap dinamika industri energi.
Jika suatu saat aktivitas perusahaan menurun atau kebutuhan tenaga kerja berkurang, masyarakat yang tidak memiliki alternatif penghasilan bisa menghadapi tekanan ekonomi baru. Ketergantungan pada satu sumber ekonomi selalu menyimpan risiko bagi keberlanjutan kesejahteraan masyarakat desa.
Masuknya industri besar juga membawa perubahan sosial budaya. Luat Pahae dikenal memiliki struktur adat dan solidaritas komunal yang kuat. Kehadiran pekerja dari luar daerah, meningkatnya peredaran uang tunai, serta perubahan pola konsumsi masyarakat berpotensi memengaruhi nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi sosial desa.
Baca Juga:
Dr JTP Hutabarat Pimpin Apel Gabungan di Lingkungan Pemkab Taput
Dalam kondisi tertentu, perubahan yang berlangsung cepat dapat memunculkan gesekan sosial, terutama jika masyarakat merasa manfaat ekonomi yang diterima tidak sebanding dengan dampak yang mereka alami. Kerugian lain yang perlu diperhitungkan adalah kemungkinan berkurangnya ruang ekonomi tradisional masyarakat.
Jika sebagian wilayah terdampak proyek atau mengalami perubahan fungsi, masyarakat dapat kehilangan akses terhadap lahan produktif maupun sumber daya alam yang sebelumnya menopang kehidupan mereka. Bagi masyarakat agraris, kehilangan ruang produksi bukan hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan identitas sosial dan budaya yang selama ini melekat pada kehidupan mereka.
Menilai kehadiran SOL di Tapanuli Utara tidak dapat dilakukan secara hitam putih. Perusahaan memang telah memberikan kontribusi nyata melalui investasi, pembukaan lapangan kerja, serta penyaluran CSR bernilai miliaran rupiah yang mendukung pembangunan sosial masyarakat.