TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong – SDN 173284 Sihatandohan adalah sekolah dasar yang memiliki visi “Optimal dalam prestasi, unggul dalam kreatifitas, berakhlak mulia serta berwawasan lingkungan menuju Sekolah Adiwiyata”. Kini sekolah SDN 173284 Sihatandohan terus berbenah agar menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten. Kamis (05/03/2026)
Upaya seperti menciptakan kebijakan yang berwawasan lingkungan melalui musyawarah semua warga sekolah, menciptankan kurikulum berbasis lingkungan melalui pelatihan kurikulum, menciptakan kegiatan yang bersifat lingkungan berbasis partisipatif, dan terus melakukan upaya perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang berbasis ramah terhadap lingkungan.
Baca Juga:
Realisasi Penggunaan Dana BOS di SMPN 4 Siborongborong Tahun 2025 Patut Dipertanyakan
Ketentuan tentang Sekolah Adiwiyata tertera dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan Program Adiwiyata. Gelar Sekolah Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Program Adiwiyata sendiri merupakan sebuah program berdasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Sekolah Adiwiyata juga merupakan gelar bagi sekolah yang dianggap sudah baik dan ideal sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi para peserta didik sehingga dapat menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.
SDN 173284 Sihatandohan (05/03)
Baca Juga:
Wakil Bupati Tapanuli Utara Tinjau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung
Hitler Simanjuntak selaku kepala sekolah SDN 173284 Sihatandohan menyampaikan pada sebuah pemaparan presentasi, semangat terwujudnya SDN Sihatandohan menjadi sekolah Adiwiyata adalah didasari oleh permasalah lingkungan yang sudah nyata di depan kita semua, khusunya permasalahan lingkungan yang ada di sekolah SDN Sihatandohaan seperti banjir ketika diguyur hujan lebat, permasalahan pengelolaan sampah, hingga masih banyaknya lahan yang masih belum tergarap.
“Atas permasalahan tersebut program Adiwiyata menjadi solusi terbaik untuk menciptakan sekolah yang memliki prinsip berkelanjutan,”ujarnya.
“Saya memohon dukungan dari semua pihak agar SDN Sihatandohan bisa berkontribusi terhadap kelestarian alam Indonesia melalui program Sekolah Adiwiyata,”pintanya.
Pemerhati pedidikan Jefri Sianipar menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang akan dilaksanakan oleh SDN Sihatandohan.
“Selaku pemerhati tentu akan mendukung secara penuh terhadap niat baik yang dilaksanakan oleh SDN Sihatandohan, hanya saja saya berpesan program ini jangan hanya simbolisasi saja, program ini harus dijalankan dengan sepenuhnya tanggung jawab oleh semua pihak,”ujarnya.
Manumpak Simanjuntak selaku komite Sekolah SDN 173284 Sihatandohan juga mendukung dengan penuh program tersebut, menurutnya program ini akan mendorong terciptanya kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Komite sekolah berharap program ini tidak menjadi suatu acara serimonial saja akan tetapi menjadikan pendidikan lingkungan hidup warga sekolah agar selalu menciptakan lingkungan hijau, bersih dan dapat menjadikan dasar terciptanya kesejahteraan serta pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Utara.
“Untuk itu kami (komite sekolah) menghimbau kepada warga sekolah untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini dengan semangat Sihatandohan Gotong Royong program SAITAPAIAS”tegasnya.
[Editor: Eben Ezer S]