Setelah Tuhan membongkar kesalahpahaman tersebut, Tuhan menunjukkan apa yang sebenarnya ia kehendaki. Tuhan berkata, persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah. Ini berarti bahwa yang paling penting bagi Tuhan bukanlah banyaknya korban yang diletakkan diatas mezbah, melainkan hati yang penuh syukur di hadapanNya.
Korban yang sejati adalah pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan bahwa manusia hidup karena pemeliharaanNya. Karena itu, Tuhan tidak mencari korban yang banyak, melainkan yang Dia cari adalah hati yang mau bersyukur, hidup yang setia dan iman yang terus bersandar kepadaNya dalam segala keadaan. Amin.
Baca Juga:
Percepat Pemulihan Pasca Bencana, Pemkab Taput Dampingi Satgas PRR Sumut Tinjau Lokasi Prioritas dan Gelar Rapat Koordinasi
[Editor: Eben Ezer S]