Di tempat yang sama, Pemkab Taput menyalurkan jaring pengaman sosial dan pangan secara agresif. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, diserahkan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa 76.640 kg beras dan 15.328 liter minyak goreng yang menyasar kepada 3.700 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut mencakup hampir setengah dari total KK di seluruh Kecamatan Pangaribuan.
Sementara itu, jajaran Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan logistik kepada korban musibah kebakaran yang terjadi pada 23 Januari 2026 di Dusun I Sosor Pinandang, Desa Sigotom Timur. Ditambahkan pula penyerahan 25 paket pemenuhan pelayanan kesejahteraan sosial berupa makanan untuk lansia, penyandang disabilitas, dan warga tidak mampu, serta penyerahan paket susu dan vitamin untuk sekolah lansia. Dukungan legislatif dan kepastian infrastruktur jalan
Baca Juga:
Mutasi Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Jambi, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Aksi nyata Pemkab Taput ini mendapat apresiasi tinggi dari para wakil rakyat. Anggota DPRD Taput Dapil IV, Salamat Pakpahan dan Toman Balige Pakpahan, secara terbuka menyampaikan terima kasih atas dukungan moral dan material yang diberikan oleh jajaran eksekutif bagi masyarakat Pangaribuan. Pihak legislatif berharap bantuan ini dapat memacu produktivitas dan membangun kerja sama yang makin solid antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD juga meneruskan usulan masyarakat terkait perbaikan jalan dan irigasi. Menanggapi hal itu, Bupati Jonius Hutabarat langsung memberikan jawaban konkret berupa kepastian pengerjaan infrastruktur pada tahun anggaran ini.
Pemkab Taput memastikan jalan sepanjang sekitar 6 km yang meliputi akses ruas Jalan Sibingke dan Sipahutar akan segera dikerjakan tahun ini sebagai tindak lanjut cepat atas usulan musrenbang. Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen penuh untuk memperbaiki fasilitas umum jalan dan saluran drainase di Pasar Pangaribuan.
Baca Juga:
Peringati Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Polda Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Gelap Narkotika
Usai rangkaian acara di lapangan selesai, Bupati beserta rombongan langsung bergerak melakukan peninjauan lokasi ke pasar tersebut. Ketegasan Birokrasi, Camat harus turun ke lapangan, bukan di kantor
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Bupati Jonius memberikan instruksi tegas agar segera melakukan akselerasi kinerja birokrasi. Beliau menekankan bahwa jabatan camat dan lurah diprioritaskan karena performa mereka bersentuhan langsung dengan aktivitas harian masyarakat.
Ada tiga instruksi utama yang digariskan oleh Bupati. 1 Sinergitas Kuat. Memastikan koordinasi dan keselarasan program antara pemerintahan desa dengan kabupaten berjalan tanpa hambatan.
2. Monitoring Aktif, Rutin memantau realisasi program kerja kabupaten di tingkat desa, serta aktif bekerja sama dengan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan. Bupati menegaskan agar camat tidak hanya duduk di belakang meja. Harapan saya, para camat rajin berjalan-jalan (ke lapangan). Jangan hanya di kantor, jangan sampai lebih rajin bupati ke desa daripada camatnya, tegas Bupati.
3.Pelestarian Lingkungan. Memonitor dan menggalakkan program *SAITAPAIAS* (gerakan edukasi kebersihan sampah plastik bagi anak sekolah), memperbanyak jadwal gotong royong pembersihan selokan bersama warga, serta menjaga wilayah dari aksi penggundulan hutan.