TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong - Dalam kemajuan pemerintahan saat ini warga Siborongborong, Muara, Sipahutar, Pagaribuan Pagaran dan Garoga mendesak pemerintah pusat untuk membuka maratorium untuk pemekaran daerah tersebut sesuai sejarah hingga Belanda, dalam sejarah tersebut akan dimekarkan Kabupaten Humbang yang ber ibukota Siborongborong. Hal itu di sampaikan salah satu pengamat sejarah, M Hutasoit warga Lintong Nihuta dan L Tampubolon, Minggu (24/5/2026).
Mereka menjelaskan kenapa ada pemekaran Humbang Hasundutan ibukotanya Doloksanggul kalau menurut sejarah yang ada adalah Wilayah Humbang meliputi, Siborongborong, Lintong Nihuta, Paraginan, Muara, Sipahutar, Pagaribuan dan Garoga. Walapun ada muncul nama Humbang Hasundutan itu di adopsi dari sejarah distrik gereja dan bukan sejarah pemerintahan.
Baca Juga:
Tapanuli Utara Tuan Rumah Kejurnas Pacuan Kuda Tahun 2026 Piala Ketua KONI Pusat
M Hutasoit dan L Tampunplon menjelaskan, pada masa Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Samosir yang sekarang termasuk dalam keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen Bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga.
Keresidenan Tapanuli yang dulu disebut Residentie Tapanuli terdiri dari 4 Afdeling (Kabupaten) yaitu Afdeling Batak Landen, Afdeling Padang Sidempuan, Afdeling Sibolga dan Afdeling Nias. Afdeling Batak Landen dipimpin seorang Asisten Residen yang ibukotanya Tarutung yang terdiri 5 Onder Afdeling (Wilayah) yaitu : Onder Afdeling Silindung (Wilayah Silindung) ibukotanya Tarutung.
Onder Afdeling Hoovlakte Van Toba (Wilayah Humbang) ibukotanya Siborong-borong. Onder Afdeling Toba (Wilayah Toba) ibukotanya Balige. Onder Afdeling Samosir (Wilayah Samosir) ibukotanya Pangururan. Onder Afdeling Dairi Landen (Kabupaten Dairi sekarang) ibukotanya Sidikalang.
Baca Juga:
Pemkab Tapanuli Utara Bersama MPKW Medan–Aceh Adakan Lomba Mewarnai PAUD 2026, Fondasi Lahirkan Generasi Emas yang Kreatif
Tiap-tiap Onder Afdeling mempuyai satu Distrik (Kewedanaan) dipimpin seorang Distrikchoolfd bangsa Indonesia yang disebut Demang dan membawahi beberapa Onder Distrikten (Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Asisten Demang.
Menjelang Perang Dunia II, distrik-distrik di seluruh keresidenan Tapanuli dihapuskan dan beberapa Demang yang mengepalai distrik-distrik sebelumnya diperbantukan ke kantor Controleur masing-masing dan disebut namanya Demang Terbeschingking. Dengan penghapusan ini para Asisten Demang yang ada di kantor Demang itu ditetapkan menjadi Asisten Demang di Onder Distrik bersangkutan.
Kemudian tiap Onder Distrik membawahi beberapa negeri yang dipimpin oleh seorang kepala Negeri yang disebut Negeri Hoofd. Pada waktu berikutnya diubah dan dilaksanakan pemilihan, tetapi tetap memperhatikan asal usulnya.