TAPUT.WAHANANEWS.CO, Simangumban - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu banjir bandang di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 18.30 WIB.
Banjir Bandang Landa Simangumban, Pemkab Tapanuli Utara Gerak Cepat Evakuasi warga. Peristiwa tersebut menerjang dua desa, yakni Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara. Akibatnya, 35 unit rumah warga mengalami rusak sedang dan 3 unit rumah dilaporkan hilang/hanyut terbawa arus.
Baca Juga:
Targetkan Percepatan Sekolah Rakyat, Bupati JTP Kunjungi Kemensos RI
Data sementara dari BPBD Kabupaten Tapanuli Utara mencatat tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu orang warga mengalami luka ringan telah mendapat penanganan.
“Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak sore hari menyebabkan debit air sungai naik drastis dan meluap ke pemukiman warga,” terang Plt. Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara, Binhot Aritonang, Rabu malam.
Begitu menerima laporan, Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Taput bersama Dinas Perkim dan Lindup, Dinas PU & Tata Ruang, Camat dan Forkopimca Simangumban, perangkat desa, dan masyarakat langsung bergerak ke lokasi.
Baca Juga:
Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang Berkarya, Konsisten Angkat Potensi Lokal
Tim gabungan lansung mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman, untuk sementara pengungsian warga di Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara.
Diinformasikan juga, bahwa di lokasi saat ini listrik padam dan hasil koordinasi tim gabungan, besok pagi akan dilakukan beberapa upaya lanjutan seperti mendirikan posko penanganan bencana, mendirikan dapur umum 2 unit serta menurunkan alat berat untk pembersihan material di lokasi termasuk pada ruas jalan lintas Sumatera.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. “Laporkan segera ke perangkat desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda bahaya,” imbau Binhot Aritonang.