Josua Hutabarat kadis BKAD Taput, saat dihubungi tim Media ini, Kamis (16/7/2026) terkait jumlah rincian PAD Bandara Silangit setiap tahunya, Josua menjelaskan tanyakan saja bagian Kabid Pendapatan, karena mereka yang megetahui rincian pendapatan PAD Bandara, tapi kalau ingklut PAD bandara Silangit tahun 2025 sebesar Rp 643 juta, sebutnya.
Sementara pegamat ekonomi Jonson Sianturi menjelaskan, kalau kita bedah dari pegakuan Humas Bandara Silangit bahwa PAD Rp 100 juta/tahun, berbeda pegakuan kadis BKAD bahwa PAD bandara silangit Rp 643 juta/tahun 2025. Berarti dalam 10 tahun mulai tahun 2014 sampai 2024 PAD bandara silangit perlu ditelusuri pihak kejaksaan, kemungkinan diduga suda ada tindak pidana korupsi sekitar 5 miliard dalam 10 tahun.
Baca Juga:
PAD Bandara Silangit Berbelitbelit, Diminta Jaksa Tapanuli Utara Desak Usut PAD Bandara Silangit Diduga Ada Indikasi Tindak Pidana Korupsi
Sebelumnya. Pihak Bandara Silangit menyewa lahan seluas 124 hektare milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pada tahun 2025, Pemkab Tapanuli Utara mencatat penerimaan Pendapatan Asli Daerah dari Bandara Silangit sebesar Rp643 juta.
Humas Bandara Silangit, Khitaro, saat dihubungi Mistar, Selasa (7/7/2026), menjelaskan lahan yang digunakan bandara saat ini seluas 124 hektare. Menurutnya, biaya sewa lahan yang dibayarkan kepada Pemkab Taput sebesar Rp100 juta per tahun.
Ia menambahkan, nilai tersebut belum termasuk pembayaran PAD dari sektor parkir dan penggunaan air. Menurut Khitaro, pembayaran parkir dan air dilakukan setiap bulan, sedangkan sewa lahan dibayarkan setiap tahun.
Baca Juga:
PAD Bandara Silangit Tahun 2014 sampai 2024 Diduga Di Korupsi Sebesar Rp 5 Milirad
"Kami dari pihak Bandara Silangit hanya membayar sewa lahan sebesar Rp100 juta per tahun untuk lahan seluas 124 hektare. Nilai itu di luar pembayaran parkir dan penggunaan air," ujar Khitaro.
Sementara itu, Kepala dinas BKAD Pemkab Tapanuli Utara, Josua Hutabarat mengatakan, total PAD yang diterima pemerintah daerah dari Bandara Silangit pada 2025 mencapai Rp643 juta. "Pada tahun 2025, PAD yang kami terima dari Bandara Silangit sebesar Rp643 juta," ucap Josua.
[Editor: Eben Ezer S]