Hal tersebut juga menjadi sorotan lembaga lain, pemerhati pendidikan Bastam Tampubolon menilai adanya sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran awal di lapangan, ditemukan beberapa indikasi penggunaan material bangunan di bawah standar serta pengerjaan yang terkesan tergesa-gesa tanpa memperhatikan mutu konstruksi.
Baca Juga:
Gubernur Jawa Barat KDM Saluran Berkat Miliaran Rupiah Untuk Koban Bencana di Taput
Bastam menyebut bahwa proyek dengan dana dari pemerintah pusat seharusnya dikerjakan secara transparan dan memenuhi ketentuan teknis. “Kami melihat adanya ketidaksesuaian antara dokumen kontrak dan hasil di lapangan. Jika hal ini benar, maka ini bentuk kelalaian yang merugikan publik,” tegasnya.
[Editor: Eben Ezer S]