Selain komponen rohani dari Yehezkiel 37, ada juga petunjuk tentang kebangkitan tubuh di masa depan. Tuhan berkata, "Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkanmu dari kubur-kuburmu, hai umat-Ku" (37:12). Dalam konteksnya, bahasa kebangkitan ini adalah sebuah janji untuk membawa Israel keluar dari pembuangan di Babel dan kembali ke Kanaan. Akan tetapi, apakah ini hanya sebuah metafora? Ataukah Allah menggunakan bahasa kebangkitan untuk menyampaikan kebangkitan tubuh di masa depan?
Jika Yehezkiel 37:1-14 dipahami secara terpisah, tidak dapat dipastikan apakah bagian ini menubuatkan kebangkitan tubuh di masa depan. Namun, ketika dipahami dalam konteks Perjanjian Lama, ada argumen yang kuat bahwa Yehezkiel 37 menubuatkan kebangkitan tubuh di masa depan. Berikut adalah dua alasannya. Pertama, bagian selanjutnya dari Yehezkiel 37 memiliki perjanjian yang baru, yang secara eksplisit mengajarkan tentang kebangkitan tubuh di masa depan.
Baca Juga:
Dituduh Berselingkuh IS Dianiaya Oknum Kepala Desa Berujung Terelapor, Polsek Siborongborong Lakukakan Penyidikan
Dengan demikian, penglihatan tentang kebangkitan dalam Yehezkiel 37:1-14 diikuti oleh sebuah metafora yang luas dalam 37:15-28, yang menemukan penggenapannya di dalam perjanjian yang baru. Oleh karena itu, hubungan Yehezkiel 37 dengan perjanjian yang baru menunjukkan bahwa metafora kebangkitan juga menubuatkan kebangkitan tubuh di masa depan bagi umat Allah.
Kedua, singgungan Yehezkiel 37 terhadap kebangkitan tubuh di masa depan konsisten dengan bagaimana ayat-ayat Perjanjian Lama lainnya menubuatkan kebangkitan tubuh di masa depan. Bagian-bagian ini meliputi:
"Orang-orang mati-Mu akan hidup lagi; mayat mereka akan bangkit. Hai orang-orang yang terbaring di dalam debu, bangunlah dan bersukacitalah! Sebab, embun-Mu seperti embun pagi hari; dan bumi akan melahirkan roh-roh orang mati." (Yesaya 26:19)
"Mari, kita berbalik kepada TUHAN, sebab Dia telah mencabik-cabik kita, biarlah Dia menyembuhkan kita; Dia telah menyerang kita, dan Dia akan membalut kita. Setelah dua hari, Dia akan menghidupkan kita. Pada hari yang ketiga, Dia akan membangkitkan kita supaya kita boleh hidup dalam hadirat-Nya." (Hosea 6:1-2)
Baca Juga:
Pimpinan Sidang Sinode Bersama Gereja Punguan Kristen Batak Protestan 2025 Resmi Dibuka
"Haruskah Aku menyelamatkannya dari kuasa dunia orang mati? Haruskah Aku menebusnya dari kematian Hai maut, di manakah kekuatanmu? Hai dunia orang mati, di manakah sengatmu? Belas kasihan tersembunyi dari mata-Ku." (Hosea 13:14,)
"Karena itu, hatiku bersukacita dan kemuliaanku bergembira. Ya, tubuhku juga tinggal dengan aman. Sebab, Engkau takkan meninggalkan jiwaku di dunia orang mati; Engkau takkan membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan." (Mazmur 16:9-10,)
"Sebab, ada harapan bagi sebuah pohon. Apabila ia ditebang, ia akan bertunas lagi, dan tunasnya tidak akan berhenti. Sekalipun akar-akarnya bertambah tua di bawah bumi, dan tunggulnya sedang mati di dalam tanah, tetapi karena aroma air, ia akan mengeluarkan kuncup dan cabang-cabang sampai menjadi sebuah tanaman muda. Namun, manusia mati, dan dibaringkan. Dia mengembuskan napas terakhir, dan ke manakah dia?" (Ayub 14:7-10,)