TAPUT.WAHANANEWS.CO, Siborongborong – Dugaan lemahnya transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali menyeruak di Kabupaten Tapanuli Utara, liputan investigatif jurnalis WAHANANEWS.CO pada Rabu (26/22/2026).
Mengungkap fakta mencolok: belasan sekolah tingkat SD dan SMP di Siborongborong tidak menampilkan papan informasi penggunaan Dana BOS, yang seharusnya wajib dipublikasikan secara terbuka. Temuan ini memicu sorotan tajam terhadap komitmen sekolah dalam menjalankan prinsip akuntabilitas.
Baca Juga:
Wakil Bupati Taput Ikuti Rapat Nasional Sinkronisasi Bantuan Perumahan dan Sosialisasi Pascabencana
Pantauan di lapangan menemukan sederet sekolah yang dinilai “tertutup” dalam pengelolaan anggaran: Adapun sekolah yang di maksud adalah, SDN dan SMPN se Kecamatan Siborongborong
Di sekolah-sekolah tersebut, jurnalis WAHANANEWD.CO Tapanuli Utara tidak menemukan papan informasi realisasi Dana BOS, baik semester berjalan maupun tahun anggaran sebelumnya. padahal papan informasi wajib dipasang di area yang mudah terlihat sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Ketiadaan papan informasi bukan sekadar kelalaian administratif. Hal itu memunculkan dugaan kuat adanya pola pengelolaan dana yang kurang transparan.
Sahala Arfan Saragi praktisi hukum, pemerhati pendidikan di Tapanuli Utara memberi komentar tajam:
Baca Juga:
Hashim Djojokusumo Utusan Presiden RI dan Rombongan Kunjungi Taput, Tanami Sejuta Pohon
“Jika sekolah benar-benar mengelola anggaran sesuai aturan, mengapa papan informasi saja tidak ada? Publik bisa menilai sendiri. Transparansi itu bukan pilihan, itu kewajiban. dan ketika kewajiban ini diabaikan, wajar kalau muncul kecurigaan.” jelasnya.
Tidak hanya itu, sejumlah warga mengaku heran dengan minimnya informasi yang bisa diakses publik, sementara dana BOS adalah anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Kondisi ini membuat publik berharap adanya audit, evaluasi, dan pembinaan tegas, agar sekolah tidak lagi abai terhadap prinsip transparansi.